>
SEO

Dofollow dan Nofollow: Perbedaan, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO

DN

Dyaksa Naya

20 Juli 2026

3 min read
#seo #backlink #off page seo
Dofollow dan Nofollow: Perbedaan, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO

Dofollow dan nofollow adalah dua atribut link yang menentukan apakah sebuah tautan meneruskan nilai SEO ke halaman tujuan atau tidak. Secara default, semua link adalah dofollow — nofollow harus ditambahkan secara eksplisit melalui atribut rel="nofollow" dalam kode HTML.

Perbedaan ini penting karena cara Google memproses keduanya berbeda secara fundamental — dan kombinasi keduanya dalam profil backlink menentukan apakah Google membaca pola yang terlihat natural atau terlihat seperti hasil manipulasi.

Cara Kerja Dofollow dan Pengaruhnya ke Peringkat

Link dofollow adalah tautan standar tanpa atribut tambahan:

<a href="https://domain.com/halaman">Teks link</a>

Ketika Googlebot mengikuti link ini, ia meneruskan sebagian authority dari halaman sumber ke halaman tujuan — mekanisme yang sering disebut link juice. Inilah yang membuat backlink dofollow dari website otoritatif berdampak langsung ke peringkat halaman yang dituju.

Kualitas sumber link sangat menentukan seberapa besar dampaknya. Link dofollow dari media nasional atau blog industri yang kredibel jauh lebih berharga dibanding ratusan link dari website tanpa trafik dan topik yang tidak relevan. Ahrefs dan Google Search Console bisa membantu memantau sumber dan kualitas dofollow backlink yang masuk ke website kamu.

Kapan Nofollow Digunakan dan Mengapa Tetap Bernilai

Link nofollow menggunakan atribut tambahan yang memberi sinyal ke Googlebot untuk tidak meneruskan authority:

<a href="https://domain.com/halaman" rel="nofollow">Teks link</a>

Google memperkenalkan atribut ini pada 2005 untuk menangani spam komentar blog yang saat itu digunakan massal untuk membangun backlink murah. Sejak itu, nofollow menjadi standar untuk beberapa konteks:

  • Komentar dan forum — konten buatan pengguna yang tidak bisa dikurasi sepenuhnya
  • Link berbayar atau advertorial — iklan dan artikel sponsor yang dibayar
  • Link ke sumber yang tidak sepenuhnya diverifikasi — referensi yang ingin dikutip tapi tidak ingin di-endorse secara SEO

Meskipun nofollow tidak meneruskan authority secara langsung, bukan berarti tidak bernilai. Link nofollow dari website dengan trafik tinggi tetap mendatangkan pengunjung nyata. Lebih penting lagi: profil backlink yang 100% dofollow justru terlihat tidak natural — Google lebih mempercayai website yang memiliki mix organik antara keduanya.

Perlu dicatat bahwa sejak 2019, Google memperlakukan rel="nofollow" sebagai petunjuk bukan instruksi wajib. Artinya Google kadang tetap mempertimbangkan nofollow link dalam evaluasinya, tergantung konteks.

Atribut Tambahan: rel=sponsored dan rel=ugc

Bersamaan dengan perubahan kebijakan nofollow di 2019, Google memperkenalkan dua atribut baru yang lebih spesifik:

rel="sponsored" — digunakan khusus untuk link yang merupakan bagian dari iklan, advertorial, atau konten berbayar. Ini membantu Google memahami bahwa link tersebut bukan rekomendasi editorial:

<a href="https://partner.com" rel="sponsored">Produk Partner</a>

rel="ugc" (User Generated Content) — digunakan untuk link yang muncul dari konten buatan pengguna seperti komentar, forum, atau ulasan. Lebih spesifik dari nofollow generik:

<a href="https://sumber.com" rel="ugc">Link dari komentar</a>

Menggunakan atribut yang tepat sesuai konteks membantu Google memahami ekosistem link di website kamu dengan lebih akurat — dan meminimalkan risiko interpretasi yang salah tentang pola linking yang ada.

Pelajari lebih dalam tentang strategi membangun backlink yang berkualitas di artikel link building dan konteks penggunaannya dalam SEO off-page. Jika kamu butuh audit profil backlink website termasuk distribusi dofollow dan nofollow-nya, jasa SEO bikinwebjogja siap membantu.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel

Butuh Bantuan dengan Website Kamu?

Tim ahli kami siap membantu mewujudkan website profesional untuk bisnis Kamu