Checklist Technical SEO: Poin-Poin yang Perlu Diverifikasi di Setiap Website
Dyaksa Naya
25 Juli 2026
Checklist ini mencakup poin-poin teknis yang perlu diverifikasi secara berkala — baik saat audit awal website maupun sebagai review rutin setelah update besar. Gunakan bersama panduan technical SEO untuk memahami konteks dan dampak dari setiap poin.
Crawling & Indexing
- Robots.txt ada dan dapat diakses di
/robots.txt— tidak memblokir halaman penting secara tidak sengaja - Halaman admin, hasil pencarian internal, dan URL parameter tidak penting di-Disallow
- Sitemap XML valid, hanya berisi URL yang dapat diindeks, dan sudah disubmit ke Google Search Console
- Sitemap diperbarui otomatis saat ada konten baru (atau diperbarui manual secara berkala)
- URL sitemap dicantumkan di robots.txt
- Canonical tag terpasang di semua halaman — tidak ada yang circular atau mengarah ke 404
- Tidak ada konflik antara canonical tag dan robots.txt (canonical ke halaman yang diblokir)
- Halaman duplikat atau parameter URL di-noindex atau dikelola dengan canonical
- Google Search Console tidak menampilkan error indexing yang belum ditangani
- URL Inspection di GSC menampilkan “URL is on Google” untuk halaman prioritas
Core Web Vitals & Performa
- LCP (Largest Contentful Paint) < 2.5 detik — cek via PageSpeed Insights atau GSC
- INP (Interaction to Next Paint) < 200 ms — pengganti FID sejak Maret 2024
- CLS (Cumulative Layout Shift) < 0.1 — tidak ada elemen yang bergeser saat halaman load
- Gambar hero dan elemen utama sudah dalam format WebP atau AVIF
- Dimensi gambar (
widthdanheight) dideklarasikan di HTML untuk mencegah layout shift - Lazy loading aktif untuk gambar di bawah fold — tapi tidak untuk gambar above the fold
- Font loading menggunakan
font-display: swapuntuk mencegah invisible text - CSS kritis diload inline; CSS non-kritis di-defer
- JavaScript non-kritis di-defer atau di-async
- Time to First Byte (TTFB) < 600 ms — cek via PageSpeed Insights
- Gzip atau Brotli compression aktif di server
- Browser caching dikonfigurasi untuk static assets
Mobile & Aksesibilitas Teknis
- Viewport meta tag terpasang:
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> - Tidak ada konten horizontal scroll di mobile
- Elemen yang bisa diklik berukuran minimal 48×48px dengan jarak yang cukup
- Teks dapat dibaca tanpa zoom (minimum 16px untuk body text)
- Lulus Google Mobile-Friendly Test
- Versi mobile tidak memiliki konten yang berbeda secara signifikan dari desktop (mobile-first indexing)
Struktur Halaman & On-Page Teknis
- Satu H1 per halaman, mengandung keyword utama
- Heading hierarchy logis — tidak loncat dari H1 ke H4
- URL pendek, deskriptif, menggunakan hyphen (
-) bukan underscore - Tidak ada URL uppercase atau dengan parameter tidak penting
- Alt text terpasang di semua gambar yang informatif
- Schema markup terpasang dan valid — cek via Google Rich Results Test
- Open Graph tags terpasang untuk sharing ke media sosial
- Tidak ada broken internal link — audit via Screaming Frog
Server & Keamanan
- Sertifikat SSL valid dan belum mendekati expired
- Semua URL HTTP di-redirect ke HTTPS (301 permanen)
- Tidak ada mixed content — halaman HTTPS tidak memuat resource dari HTTP
- HSTS header aktif (
Strict-Transport-Security) - Tidak ada error 5xx di GSC atau log server
- Redirect chain tidak lebih dari 1 hop (A → B, bukan A → B → C)
- Custom 404 page yang informatif — tidak mengembalikan status 200
Monitoring Berkelanjutan
- Google Search Console dipantau minimal seminggu sekali — laporan Coverage dan Core Web Vitals
- PageSpeed Insights dicek setelah setiap update besar pada theme atau plugin
- Screaming Frog crawl dilakukan minimal sekali per kuartal
- Alert aktif untuk penurunan traffic organik yang signifikan di Google Analytics 4
- Backup rutin — pembaruan plugin atau CMS tidak merusak konfigurasi teknis
Lakukan audit ini setidaknya setiap tiga bulan untuk website yang aktif. Poin-poin yang paling sering menjadi sumber masalah tersembunyi: canonical yang mengarah ke halaman salah, INP yang buruk karena third-party script yang tidak dioptimalkan, dan sitemap yang masih mencantumkan URL lama yang sudah dihapus.
Untuk penjelasan lebih dalam tentang setiap area, baca artikel tentang Core Web Vitals, crawl budget, dan kecepatan website. Jika kamu butuh audit teknis menyeluruh untuk website, jasa SEO bikinwebjogja siap membantu dari identifikasi masalah hingga eksekusi perbaikan.
Artikel Terkait
Crawl Budget: Apa Itu, Apa yang Memboroskannya, dan Cara Mengoptimalkannya
Pelajari apa itu crawl budget dalam SEO, perbedaan crawl demand dan crawl capacity, faktor-faktor yang membuang crawl budget, dan cara mengoptimalkannya untuk website besar.
Dyaksa Naya
25 Juli 2026
Core Web Vitals: LCP, INP, dan CLS — Cara Mengukur dan Memperbaikinya
Panduan lengkap Core Web Vitals — penjelasan mendalam LCP, INP, dan CLS, cara mengukurnya, dan langkah konkret memperbaiki setiap metrik yang bermasalah di website.
Dyaksa Naya
25 Juli 2026
Kecepatan Website untuk SEO: Server, Caching, dan Optimasi Resource Loading
Panduan optimasi kecepatan website dari sisi server — TTFB, kompresi, caching, CDN, resource hints, dan cara mengatur loading JavaScript agar tidak memblokir rendering halaman.
Dyaksa Naya
25 Juli 2026