Brief Website: Hal yang Perlu Disiapkan Klien Sebelum Website Dibuat
Dyaksa Naya
21 Agustus 2026
Brief Website: Hal yang Perlu Disiapkan Klien Sebelum Website Dibuat
Brief website adalah dokumen atau kumpulan informasi awal yang menjelaskan tujuan bisnis, audiens, konten, bahan visual, kebutuhan fitur, dan pihak yang mengambil keputusan dalam proyek pembuatan website.
Brief yang baik tidak harus panjang atau penuh istilah teknis. Fungsinya adalah mencegah tim desain dan development menebak-nebak. Ketika informasi dasar sudah jelas, website lebih cepat dibuat dan hasilnya lebih dekat dengan kebutuhan bisnis; ini juga membuat estimasi waktu pembuatan website lebih realistis. Kepemilikan nama domain bisnis juga perlu sudah jelas sejak tahap ini.
Tujuan bisnis dan pengunjung utama
Mulailah dari jawaban paling mendasar: setelah membuka website, tindakan apa yang Anda harapkan dari pengunjung? Meminta penawaran, menghubungi WhatsApp, membuat janji, membeli produk, atau memahami profil perusahaan?
Kemudian tentukan siapa pengunjung utamanya. Website yang menyasar calon pelanggan B2B membutuhkan informasi dan bukti yang berbeda dari situs yang menjual langsung ke konsumen. Satu website boleh melayani beberapa audiens, tetapi prioritasnya perlu jelas.
Informasi bisnis yang perlu disiapkan
- Profil singkat: nama bisnis, sejarah singkat, bidang usaha, visi yang relevan, serta wilayah layanan.
- Daftar layanan atau produk: jelaskan layanan utama, perbedaan tiap layanan, dan pertanyaan yang sering muncul dari calon pelanggan.
- Kontak resmi: nomor WhatsApp, email, alamat, jam operasional, tautan peta, dan orang yang menangani inquiry.
- Bukti kepercayaan: portofolio, testimoni yang diizinkan, sertifikasi, daftar klien, penghargaan, atau dokumentasi proyek.
- Identitas brand: logo, warna, font bila ada, foto tim, foto produk, dan referensi visual yang sesuai dengan karakter bisnis.
Jangan khawatir jika seluruh materi belum sempurna. Yang penting adalah tahu mana yang sudah tersedia, siapa yang harus menyiapkan sisanya, dan kapan bahan tersebut dapat diserahkan.
Struktur halaman dan contoh referensi
Anda tidak perlu membuat wireframe sendiri, tetapi daftar halaman yang diinginkan akan sangat membantu. Misalnya homepage, profil bisnis, layanan, portofolio, artikel, FAQ, dan kontak.
Referensi website juga berguna bila disertai alasan. Jangan hanya mengirim sepuluh tautan. Jelaskan bagian mana yang disukai: susunan informasi, gaya foto, kemudahan navigasi, cara menampilkan portofolio, atau bentuk formulirnya. Dengan begitu, referensi menjadi bahan diskusi, bukan instruksi untuk menyalin desain orang lain.
Kebutuhan fitur dan integrasi
Tuliskan fungsi yang benar-benar dibutuhkan saat peluncuran.
- Formulir lead: siapa yang menerima pesan, informasi apa yang ditanyakan, dan bagaimana tim menindaklanjutinya.
- WhatsApp atau telepon: nomor tujuan, jam respons, dan penempatan tombol yang sesuai perjalanan pengunjung.
- Katalog atau produk: jumlah item awal, siapa yang mengubahnya, serta apakah ada harga, stok, atau fitur pemesanan.
- Booking atau reservasi: alur pengguna, ketersediaan jadwal, notifikasi, dan kebutuhan integrasi.
- Alat pengukuran: akun analitik, tag manager, atau sistem CRM yang perlu dihubungkan secara aman.
Pisahkan kebutuhan wajib dari ide pengembangan berikutnya. Fitur yang tidak kritis bisa menjadi fase kedua agar peluncuran tidak tertunda tanpa alasan.
Akses teknis dan kepemilikan
Siapkan atau pastikan akses domain, hosting, DNS, email bisnis, akun analitik, dan platform lain yang akan dipakai. Akses utama sebaiknya tetap dimiliki bisnis, sementara vendor diberi izin sesuai kebutuhan pekerjaan.
Bagian ini sering terlambat disadari ketika website sudah siap diluncurkan. Tanpa akses domain atau DNS, website tidak dapat dipublikasikan walau seluruh halaman sudah selesai.
Cara membuat brief yang bisa dipakai tim
- Tulis jawaban singkat dulu: mulai dari tujuan, audiens, layanan utama, dan cara kontak yang diinginkan.
- Kumpulkan bahan dalam satu folder: pisahkan logo, foto, portofolio, dokumen profil, dan referensi agar tidak tercecer di banyak chat.
- Tentukan PIC dari pihak bisnis: satu orang perlu mengumpulkan masukan internal dan memberi persetujuan final.
- Buat daftar pertanyaan terbuka: tandai informasi yang belum ada agar dapat dibahas saat kickoff, bukan disembunyikan.
- Setujui ruang lingkup awal: pastikan semua pihak memahami halaman, fungsi, revisi, serta prioritas peluncuran.
Brief yang jelas tidak membatasi kreativitas. Ia memberi tim fondasi yang cukup untuk membuat keputusan desain dan teknis dengan alasan yang benar.